Pengaruh Hidrosfer dan Gejala Terhadap Kehidupan
PENGARUH
HIDROSFER DAN GEJALANYA TERHADAP KEHIDUPAN
Air
merupakan sumber kehidupan. Air dibutuhkan oleh semua makhluk hidup agar tetap
hidup. Menurut para ahli, manusia tidak dapat bertahan hidup lebih dari empat
hari tanpa air minum. Ketersediaan air di berbagai wilayah berbeda-beda. Pada
waktu tertetu, penduduk di suatu wilayah keulitan mendapatkan air hingga harus
berjauh-jauha untuk mendapatkan air. Di wilayah lain, air tersedia dalam jumlah
yang melimpah. Mengapa ketersediaan air di berbagai wilayah berbeda-beda?
Bagaimana perjalanan air di Bumi ? anda dapat mengetahui dalam bab ini.
A.
Siklus Hidrologi
Fenomena
banjir terjadi karena gangguan siklus hidrologi yang dipengaruhi oleh kegiatan
manusia. Siklus hidrologi dapat dibedakan menjadi siklus pendek , sedang dan
panjang. Pembahasan hidrologi tidak bias dipisahkan dari hidrosfer. Gidrosfer
adalah lapisan air yang menyelubungi permukaan bumi. Hidrosfer berasal dari
kata hydro, berarti air dan sphaira, berarti lapisan. Ilmu yang
mempelajari bentang alam darat disebut hidrologi. Cabang ilmu yang mempelajari
bentang alam perairan laut disebut oseanografi.
1.
Pengertian Siklus Hidrologi
Pergerakan
atau perputaran air di bumi dikenal sebagai siklus hidrologi. Siklus hidrologi
menjaga ketersediaan air di bumi relative tetap. Siklus hidrologi merupakan
gerak perputaran air di Bumi dalam satu ruang lingkup peredaran. Air dari darat
menguap menuju atmosfer lalu mengalami kondensasi membentuk awan. Awan kemudian
berubah menjadi hujan yang turun kepermukaan bumi. Sebagian air hujan meresap
kedalam tanah ssebagian lagi menjadi aliran permukaan.
2.
Jenis-jenis Siklus Hidrologi
Siklus
hidrologi dapat dibedakan menjadi tiga jenis sebagai berikut.
a. Siklus Pendek yaitu air laut menguap, terjadi kondensasi, uap air membentuk awan, kemudian terjadi hujan, dan kembali ke laut lagi.
b. Siklus Sedang yaitu air laut menguap, terjadi kondensasi, uap air terbawa angin dan membentuk awan di atas daratan, hujan jatuh di daratan menjadi air
darat, kemudian menuju laut.
c. Siklus Panjang yaitu air laut menguap, terjadi kondensasi, uap air terbawa angin dan
membentuk awan di atas daratan hingga ke pegunungan tinggi, jatuh
sebagai salju, terbentuk gletser, mengalir ke sungai, selanjutnya
kembali ke laut lagi.
3.
Unsur-unsur Siklus Hidrologi
Siklus
hidrologi atau perputaran air di Bumi dibentuk oleh unsur-unsur berikut.
a.
Transpirasi
Uap air juga dipancarkan dari daun tanaman dengan proses yang disebut
transpirasi. Setiap hari, tanaman yang tumbuh aktif mengalami 5 hingga
10 kali lebih banyak air daripada yang dapat ditampungnya sekaligus.
b.
Intersepsi
Proses ketika air hujan jatuh pada permukaan
vegetasi di atas permukaan tanah, tertahan beberapa saat untuk kemudian
diuapkan kembali ke atmosfer atau diserap oleh vegetasi yang
bersangkutan
c.
Evaporasi
Ketika air dipanaskan oleh matahari, molekul-molekul permukaan menjadi cukup berenergi untuk melepaskan diri dari gaya tarik yang mengikat mereka, dan kemudian menguap dan naik sebagai uap yang tidak terlihat di atmosfer proses ini disebut evaporasi atau penguapan.
Ketika air dipanaskan oleh matahari, molekul-molekul permukaan menjadi cukup berenergi untuk melepaskan diri dari gaya tarik yang mengikat mereka, dan kemudian menguap dan naik sebagai uap yang tidak terlihat di atmosfer proses ini disebut evaporasi atau penguapan.
d.
Evapotranspirasi
Proses menguapnya air pada lahan, permukaan air, dan tumbuhan yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu.
e.
Kondensasi
Ketika uap air naik, uap itu mendingin dan akhirnya mengembun, biasanya
pada partikel kecil debu di udara. Ketika mengembun menjadi cair kembali
atau berubah menjadi padat (es, hujan es atau salju). Partikel-partikel
air ini kemudian berkumpul dan membentuk awan.
f.
Presipitasi
Presipitasi dalam bentuk hujan, salju, dan hujan es berasal dari awan.
Awan bergerak di seluruh dunia, didorong oleh arus udara. Misalnya,
ketika mereka naik melewati pegunungan, mereka menjadi dingin, menjadi
sangat jenuh dengan air sehingga air mulai turun seperti hujan, salju
atau hujan es, tergantung pada suhu udara di sekitarnya.
g.
Infiltrasi
Peristiwa masuknya air hujan ataupun air permukaan ke dalam tanah (bawah
permukaan) melalui celah ataupun ruang pori tanah dan batuan.
h.
Perkolasi
Beberapa curah hujan dan salju mencair bergerak ke bawah, meresap atau menyusup melalui celah, sambungan, dan pori-pori di tanah dan batu sampai mencapai permukaan air di mana ia menjadi air tanah ini disebut Perkolasi.
Beberapa curah hujan dan salju mencair bergerak ke bawah, meresap atau menyusup melalui celah, sambungan, dan pori-pori di tanah dan batu sampai mencapai permukaan air di mana ia menjadi air tanah ini disebut Perkolasi.
i.
Aliran permukaan
Terjadi apabila intensitas hujan melebihi kapasitas infiltrasi tanah, dalam hal ini tanah telah jenuh air.
B.
Perairan Darat dan Perairan Laut
Perairan
darat dan perairan laut mendominasi permukaan bumi. Perairan laut jauh lebih
luas daripada perairan darat. Perbandingan perairan darat dan perairan laut
sekitar 3 : 97. Agar anda memiliki pengetahuan yang mendalam tetang perairan
darat dan perairan laut. Simaklah uraiaran berikut.
1.
Perairan Darat
Perairan
darat merupakan tubuh perairan yang berada di darat. Jenis-jenis perairan darat
antara lain sungai, danau, rawa, termasuk daerah aliran sungai (DAS) dan air
tanah.
Adalah air tawar dari
sumber alamiah yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih
rendah dan menuju atau bermuara ke laut, danau atau sungai yang lebih besar.
Arus air di bagian hulu sungai (umumnya terletak di daerah pegunungan) biasanya
lebih deras dibandingkan dengan arus sungai di bagian hilir. Aliran sungai
seringkali berliku-liku karena terjadinya proses pengikisan dan pengendapan di
sepanjang sungai. Proses Terjadinya Sungai yaitu, air
yang berada di permukaan daratan, baik air hujan, mata air, maupun
cairan gletser, akan mengalir melalui sebuah saluran menuju tempat
yang lebih rendah. Mula-mula saluran yang dilalui ini relatif sempit
dan pendek. Namun, secara proses alamiah aliran ini mengikis
daerah-daerah yang dilaluinya. Akibatnya, saluran ini semakin lama
semakin lebar dan panjang, dan terbentuklah sungai.
Danau merupakan perairan yang terdapat di
daratan yang tidak ada kriteria khusus. Danau juga merupakan sebuah
habitat untuk beberapa makhluk hidup. Sebuah perpaduan antara kehidupan
makhluk hidup dengan lingkungan. Beberapa faktor penyebaba terbentuknya danau diantaranya adalah: Adanya letusan gunung berapi, adanya aktivitas penambangan, adanya kesengajaan dari manusia. Macam-macam danau, Danau Vulkanik, Danau Tektonik, Danau Bendungan, Danau Karst, Danau Vulkanik-Tektonik, Danau Glasial, Danau Sungai Mati, Cirques, Danau Laguna.
Rawa lahan yang tergenang oleh air secara
ilmiah dan terjadi secara terus menerus atau terjadi secara musiman yang
diakibatkan karena drainase yang terhambat serta mempunyai ciri- ciri
khusus secara fisika, secara kimiawi, dan juga secara biologis.
Dilihat dari segi air, rawa memiliki air yang asam dan
berwarna coklat, bahkan sampai kehitam- hitaman.
Berdasarkan tempatnya, rawa- rawa ada yang terdapat di area
pedalaman daratan, namun banyak pula yang terdapat di sekitar pantai.
Air rawa yang berada di sekitar pantai sangat dipengaruhi
oleh pasang surutnya iar laut.
Ketika air laut sedang pasang, maka permukaan rawa akan
tergenang banyak, sementara ketika air laut surut, daerah ini akan nampak kering bahkan tidak ada air sama sekali.
Rawa yang berada di tepian pantai banyak ditumbuhi oleh
pohon- pohon bakau, sementara rawa yang berada di pedalaman banyak ditumbuhi
oleh pohon- pohon palem atau nipah.
2.
Perairan Laut
Permukaan
bumi didominasi oleh perairan laut. Laut adalah bagian muka bumi yang tertutup
air dan mempunyai salinitas tinggi sehingga berada asin. Hamper dua pertiga
(sekitar 70%) bagian permukaan bumi tertutup oleh perairan laut dan hanya
sepertiga (30%) bagian berupa daratan. Mineral-mineral batuan yang terbawa
aliran sungai ke laut menyebabkan air laut asin.
a.
Jenis-jenis Laut
Berdasarkan
proses terjadinya, laut dibedakan menjadi berikut.
1)
Laut Ingersi
2)
Laut Transgresi
3)
Laut Regresi
Berdasarkan letaknya, laut dibedakan sebagai
berikut.
1)
Laut tepi
2)
Laut tengah
3)
Laut perdalaman
Berdasarkan
kedalamannya, laut dibedkan menjadi.
1)
Zona Litoral
2)
Zona Neritik
3)
Zona Batial
4)
Zona Abisal
b.
Morfologi Dasar Laut
Bentuk
dasar lautan memiliki kesamaan seperti kenampakan di daratan. Permukaan dasar
laut dibagi menjadi beberapa bentuk dan relief. Berdasarkan bentuk, permukaan
dasar laut dibedakan sebagai berikut.
1)
Landasan Benua (Continental Shelf)
2)
Lereng Benua (Continental Slope)
3)
Lantai Samudra (Ocean Floor)
Berdasarkan bentuk kenampakan, dasar laut
terdiri atas kenampakan berikut.
1)
Gunung laut
2) Seamount
3) Guyot
4)
Punggung Laut
5)
Ambang Laut
6)
Lubuk laut
7)
Palung laut




Komentar
Posting Komentar